Minggu, 16 Februari 2020

Museum House Of Sampoerna Surabaya


Hii Travellers! :)

   Di Perjalananku kali ini aku akan mengulas sebuah museum yang sangat indah di Surabaya yakni "Museum House Of Sampoerna" atau biasa di singkat HOS. Museum HOS sendiri terletak di Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Kec. Pabean Cantian, Kota SBY, Jawa Timur 60163, Mudah untuk dijangkau oleh turis lokal maupun mancanegara karena posisinya yang strategis berada di tengah kota.

  
House Of Sampoerna ini didirikan pada 1964 dan dulunya bernama Jonges Weezen Inrichting atau Panti Asuhan Yatim Piatu untuk anak laki-laki. Pada tahun 1912, panti asuhan itu pindah ke Jalan Embong Malang-Surabaya. Liem Seeng Tee pada 1932 membeli bangunan ini dan menggunakannya sebagai pabrik untuk memproduksi rokok Sampoerna. Sejak saat itu tempat ini dikenal sebagai Pabrik Taman Sampoerna. Bangunan ini berada di lahan seluas 1,5 hektar dengan terdapat bangunan-bangunan besar di tengah dan diapit 2 bangunan kecil di kiri dan kanannya.
House of Sampoerna mulai difungsikan sebagai museum sejak 9 Oktober 2003, kompleks utama telah susah payah renovasi dan sekarang terbuka untuk umum.. Di auditorium sentral dalam bangunan ini telah menjadi museum dan di bagian timurnya telah diubah menjadi ruangan untuk kafe, kios merchandise dan galeri seni. Sedangkan, bangunan di sisi barat tetap menjadi rumah tinggal keluarga pendirinya.
Museum ini menawarkan sebuah pengalaman unik, mulai dari cerita tentang keluarga pendiri Sampoerna sampai melihat dari dekat fasilitas produksi rokok linting tangan dan berakhir dengan pengalaman tak terlupakan melinting rokok kretek dengan menggunakan alat tradisional. Secara keseluruhan Museum House of Sampoerna ini memang sangat recomended untuk dikunjungi. Selain memiliki koleksi yang menarik, tata ruang, hingga display museum pun dibuat cukup baik. Bagi Anda yang sedang berkunjung di Kota Surabaya, tak ada salahnya untuk mampir sejenak ke Museum House of Sampoerna ini.

   Selain ruangan nya yang unik dengan desain vintage di sini kamu dapat menemukan spot foto banyak untuk memenuhi feet instagram mu seperti foto - foto ku di bawah ini :)


                                                (Ini foto ku saat hendak menuju ke lantai 2)


sebelum menuju ke lantai 2 di lantai dasar kamu dapat mengetahui sejarah hidup pemilik Museum House Of Sampoerna. Di bawah ini beberapa foto yang aku ambil dan sejarahnya :)


                                           (Foto pendiri House of Sampoerna Liem seeng tee)



                                                   (Sepeda Tua Pendiri House of  Sampoerna)

kedua sepeda ini ditemukan di rumah peristirahatan pendiri sampoerna Liem seeng tee di prigen,satu jam dari surabaya.Diyakini bahwa keduanya adalah harta miliknya yang berharga,sangat mungkin telah digunakan olehnya pada awal masa hidupnya. Pendiri sampoerna Liem seeng tee menjadi independen pada usia 11 tahun. Meninggalkan keluarga angkatnya di bojonegoro,si anak yatim piatu bekerja di kereta api. Hidup menggelandang, ia menjajakan makanan dengan sarungnya kepada penumpang kelas bawah dalam perjalanan antara jakarta dan surabaya. Seeng tee muda melewatkan waktu 18 bulan melompat masuk kedalam gerbong-gerbong kereta yang sedang berjalan di malam buta,dengan seluruh miliknya terikat pada punggungnya dalam lapik kanvas untuk tidur ketika tabungannya telah cukup untuk membeli sepeda bekas,ia memulai usaha baru menjajakan arang di jalanan kota Surabaya.

                                         (Kebaya dan Sarung asli istri pendiri Siem Tjiang Nio)


Kebaya dan sarung asli istri pendiri Siem Tjiang Nio ini adalah yang pernah di berikan kepada anak perempuan termudanya Soenarni Sampoerno (Liem Kwang Nio), percaya bahwa pemberian serupa akan membuat si anak perempuan dapat melalui proses persalinannya dengan lancar.

                                                        (Marching Band Sampoerna)
Dimainkan oleh 234 pekerja pabrik termasuk wanita pelinting rokok. Marching Band Sampoerna mewakili Indonesia pada Tournament of Roses di Pasadena,California,Amerika Serikat,Pada tahun 1990-1991
Mobil hias garuda dengan tema "Unity in Diversity" (Bhineka Tunggal Ika) memenangkan hadiah pertama untuk peserta dari luar Amerika (The International Trophy) pada tahun 1991.

 Menarik bukan Museum House of  Sampoerna aku jamin kalian tidak akan menyesal mengunjungi museum ini karena semuanya di dapatkan dengan free tanpa biaya tiket maupun parkir kendaraan:)

okey....sampai disini dulu blogku untuk info lebih lanjut silahkan mengunjungi Museum House of Sampoerna Surabaya....

Minggu, 05 Januari 2020

Travelling ke Bromo dan Pesona Keindahannya





Hai Travellers!! :)

   Perjalananku kali ini mengunjungi Gunung Bromo yang berlokasi di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di kelilingi oleh 4 wilayah pemerintahan Kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Berada di 4 wilayah kabupaten tersebut karena  Gunung Bromo memang terletak di perbatasan dari ke empat Kabupaten tersebut dan mempunyai jalur sendiri untuk menuju wisata Bromo. Namun, jalur terbaik bagi wisatawan yang berasal dari luar kota adalah melalui rute dari Kabupaten Probolinggo. Selain aksesnya mudah dekat dengan Terminal Bayu Angga Probolinggo dan Stasiun Kereta Api Probolinggo juga sangat mudah sekali untuk mendapatkan tempat tinggal ketika berada di kawasan wisata gunung bromo.

Ini rute termudah dan tercepat menuju Bromo versiku yaitu start dari kota Surabaya

Rute dari kota Surabaya (Bandara/Terminal/Stasiun Surabaya Gubeng atau Pasar Turi) untuk menuju tempat lokasi Gunung Bromo dengan Transportasi umum atau Kendaraan pribadi sangat mudah dengan melalui beberapa kota di antaranya: – Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo – Bromo

 Aku berangkat pukul 22.00 PM dari stasiun gubeng baru  dan sampai sekitar pukul 2.45 AM di Kabupaten Probolinggo lalu menyewa sebuah jeep bersama rombongan lainnya,tujuan pertamaku yang merupakan tempat favorite dan paling banyak diminati oleh para pendaki ke Gunung Bromo adalah 'Sunrise Seruni Point" aku memulai pendakian dengan jaket tebal seperti foto di atas,beratus anak tangga ku daki dengan backpack  yang berisi kamera dan tripod serta peralatan lainnya demi melihat sunrise yang indah dari Gunung Bromo setelah melewati semua rintangan akhirnya  sampai pada pukul 4.08 AM matahari belum terbit aku menunggu matahari dengan duduk di atas tikar kecil sambil dingin menggigil angin begitu kencang bahkan jaket  masih dapat tertembus  oleh  dinginnya suhu di Bromo, namun sayang sekali karena aku mendaki bromo pada bulan Januari yang notabene merupakan musim hujan jadi tidak dapat terlihat matahari terbit yang ada hanyalah kumpulan kabut yang tebal  namun itu semua tidak masalah karena Bromo tetaplah indah :) di bawah merupakan foto kabut di Sunrise Seruni  :(





                       (aku,Tas ransel & kamera sudah cukup membuatku berasa hidup di surga :) )


Bagi para Traveller aku saranin untuk ke Bromo pada musim kemarau karena jika datang pada musim hujan pasti tidak akan mendapatkan matahari terbit oh ya jangan lupa membawa tisu dari rumah karena aku jamin saat pendakian pasti akan pilek oleh suhu Bromo yang begitu dingin dan untuk membeli tisu di warung dekat Seruni Sunrise Point harganya lumayan Rp 10.000 dan untuk ke toilet siapkan uang 5.000 ya cukup mahal di bandingkan dengan fasilitas yang di dapat,saat setelah lama menunggu hingga jam 06.00 matahari masih belum dapat terlihat akhirnya aku putuskan untuk turun, saat perjalanan turun sangatlah indah pemandangannya,berikut beberapa foto yang aku ambil dari kameraku saat  turun dari Seruni Sunrise point


                                   (Gambar pemandangan dari atas Bromo by Canon Eos4000D)



                                

















setelah aku turun untuk kembali ke jeep,kami melanjutkan perjalanan ke bukit teletubies,jeep berjalan dengan melewati medan yang sangat keras becek di mana-mana serta terdapat lubang genangan air yang begitu besar semua itu terbayar setelah sampai di bukit teletubies aku di sambut dengan pemandangan yang begitu indah, PELANGI yang sangat sangat cantik, berikut foto ku dengan pelangi dan jeep :)

                                                              (So Beautiful Rainbow :) )


                                            (foto dengan efek angin kencang dan gerimis jadilah foto ini xoxo)


(Foto ku dengan jeep yang telah membantuku melewati medan yang sangat keras:) tanpa harus terkena becek dan sampai dengan lusuh xoxo )


kalau ini foto ku di padang rumput teletubies yang sangat indah :*

                                                    (Senyum Pepsodent xoxoxoxo :) )


Sampai di sini dulu perjalan tentang Travellingku sampai jumpa di next traveeling Travellers, See You Next Time :)

                                                  


  

Minggu, 22 Desember 2019

Tari Kecak Murah bagi Solo Traveller & Backpacker





   Perjalananku kali ini mengunjungi Bali,huftt aku sudah sering ke Bali entah mengapa setiap tahun aku selalu memasukkan Bali menjadi list di antara daftar tempat yang aku ingin kunjungi untuk menghabiskan libur panjang,tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bali hanya menikmati laut dan berjemur macam ikan asin xoxoxox :) sebagai penduduk indonesia yang baik maka aku ingin mengenal kebudayaan indonesia yang beragam (jiwa patriotisme author mulai muncul) :) oleh karena itu aku memutuskan untuk mengunjungi salah satu teater tari Bali,mengulas tentang pertunjukan tari di Bali dengan harga murah dan pas di kantong bagi traveller muda (Backpacker) yaitu Tari Kecak  Batu Bulan yang terletak di Desa Batubulan.
 
   Desa Batubulan sendiri merupakan sebuah desa yang berlokasi di kecamatan Sukawati,Kabupaten Gianyar,Bali. Desa ini merupakan kawasan pariwisata dengan suguhan utama berupa pertunjukan budaya Tari Barong,Tari Legong,hingga Tari Kecak.Desa batubulan terbagi menjadi tiga desa adat, yaitu Desa Adat Tegaltamu,Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Di sepanjang jalan desa ini, wisatawan bakal menjumpai banyak galeri atau toko kesenian.Ini tidak lepas dari kelihaian penduduk setempat dalam mengukir serta memahat patung yang merupakan warisan sejak turun-temurun.Kalian bisa melihat dan memilih koleksi patung-patung atau karya seni untuk dibeli sebagai pajangan rumah yang artistik.

   Rute menuju Desa Batubulan sangat mudah karena lokasi desa yang berada di jalur strategis antara Kota Denpasar dan Gianyar.Jika kalian ingin bepergian ke Kintamani,kalian pasti akan melewati jalur Desa Batubulan. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak wisatawan yang mampir ke desa ini untuk lebih mengetahui keindahan seni yang dimiliki Desa Batubulan.

   Jadwal Tari Kecak di Batubulan di lakukan setiap hari mulai pukul 18.00 sampai 19.00 WITA atau 18.30 sampai 19.30 WITA. Untuk bisa menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Batubulan, pengunjung di wajibkan membayar tiket masuk. Tiket pertunjukan Tari Kecak ini bisa kalian beli di berbagai agen Travel atau perjalanan di Bali dengan harga berkisar Rp60K sampai Rp100K perorang untuk turis dewasa. Sementara, harga tiket untuk wisatawan anak-anak berkisar Rp40K hingga RP80K.Harga yang di tawarkan sangat memuaskan dengan fasilitas yang di dapat, Kalian akan duduk di sebuah ruangan teater besar tanpa berhimpitan dengan pengunjung lain kursi yang di dapat juga nyaman  dengan angin malam yang agak sedikit dingin oleh karena itu aku menyarankan kalian membawa pasangan agar bisa berpelukan xoxoxo:) kalau yang jomblo tenang masih ada jaket kok.

Okey sampai di sini dulu cerita tentang Travelling ku, See u next time Traveller :)